Jumat, 17 Oktober 2014

'Hai !'

     "Katakan Hai padaku, maka aku akan membalas Hai !"

     Neni baru saja mengatakan padaku bahwa pria itu mengatakan 'Hai', namun dia tidak membalas sapa pria tersbut. Neni hanya tertegun mendengar suara si pria. Ia juga tidak cukup yakin sapaan itu teruntuk padanya atau pada orang lain. Pasalnya dia hanya mendengar suara yang tidak terlalu jelas, namun dapat didengar.

     Saat itu Neni perkuliahan telah selesai, dia keluar kelas dan berpapasan dengan 'pria mimpi'-nya. nah saat itu lah Neni mendengar 'Hai'. Tidak mengerti apa yang dirasakan Neni saat ini, apakah dia senang karena disapa atau dia sedih karena pria tersebut mencoba menarik hati Neni kembali yang telah belajar untuk memahami bahwa cinta-nya itu semu. Entahlah.

     Sedikit Neni juga bercerita bahwa sepulang kuliah tadi ada seorang pria lain yang menyatakan perasaannya kepada Neni. Yup! aku tahu pria itu, dia telah memiliki pasangan tapi masih saja menyukai wanita lain. Dan setahuku Neni tidak menyukai pria itu sama sekali.

     Disamping permasalahan dengan pria lain yang selalu mengganggu nya, Neni sangat berharap 'pria mimpi'-nya datang menemui Neni dan dengan jelas mengatakan 'Hai, aku mencintaimu!'. Aku harap itu benar terjadi, dan Neni mesti sabar menunggu 'Hai' dari pria itu.

Rabu, 15 Oktober 2014

Karena Mimpi

     Dari awal Neni sudah mengetahui bahwa semua yang di harapkannya itu tidak nyata. Sulit untuk Neni memaksa semua itu menjadi nyata. Pria yang dicintai Neni karena mimpi itu kini telah memiliki pasangan, aku mengerti benar perasaan Neni saat ini. Dia memberitahuku bahwa seorang dari temannya mengatakan bahwa pria itu kini telah menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak Neni kenal. Suasana menjadi pecah, pikiran Neni kini kacau, semua yang dirasanya seperti petir disiang hari.

     Namun, Neni tetap bisa mengurung rasa sedihnya, Neni hanya dapat menerima dengan lapang dada. Dia menyadari bahwa cinta tidak bisa dikatakan cinta apabila hanya satu orang yang merasa, cinta tidak akan timbul begitu saja hanya dengan pengharapan dan anggapan.

    Sekarang Neni menerima bahwa cinta dapat timbul karena adanya terbiasa bersama dan komunikasi, bukan mimpi. Mimpi- mimpi Neni yang dulu hanyalah sebuah ilusi, mengapa perasaannya bertahan begitu lama itu hanya karena Neni sangat memaksakan kedaan mimpinya. Cinta yang dia ciptakan hanya untuk pria didalam mimpi, bukan nyata. Walaupun pria itu sama, namun dia mengerti pria itu tidaklah sama.

     Aku hanya berharap, Neni akan mulai memahami keadaan ini mulai belajar mengerti apa itu cinta. Saat dia lelah mencari pasangan, pasti ada orang yang telah setia menunggu kedatangannya.

Kamis, 09 Oktober 2014

Catatan Kecil

         Cinta kadang terbentuk karena adanya kebiasaan bersama, kadang terisi dengan canda tawa dalam suatu waktu. Ada kenangan yang dapat diingat dalam suatu moment, ada keindahan dalam sebuah pandangan.Namun cintaku kali ini berbeda dari biasanya, cinta ini timbul bukan karena kebiasaan bersama, bukan pula tercipta dari moment indah. Cintaku terbentuk karena sebuah mimpi yang didatangkan Tuhan. Aku hanya mengenal nama dan parasnya saja. Seketika itu pula aku jatuh cinta karena sebuah mimpi. Dia terlalu sering hadir dimimpiku, menciptakan suasana seakan itu semua nyata.

      Aku seorang mahasiswi Kedokteran di suatu universitas, sulit untuk jatuh cinta kembali setelah hubunganku dengan seseorang yang cukup lama dijalin kuputuskan begitu saja dengan alasan perkuliahan. Sulit jatuh cinta ini bukan karena aku masih mengingat orang yang telah bersamaku sekitar 1 tahun lebih, bukan. Memang karena perkuliahan yang begitu padat yang membuatku tidak sempat untuk melirik lawan jenis. Ada seorang lelaki entah itu benar tau tidak, sepertinya dia tertarik kepadaku. Namun aku anggap angin lalu saja, karena setahuku dia telah memiliki pasangan yang merupakan teman dekatku sendiri waktu sekolah dasar.

       Pada suatu malam, saat tangan ku benar benar terangkat meminta pada Tuhan, kau lah yang hadir dimimpiku. Entah kenapa aku tak tahu kenapa kau yang didatangkan. dan entah kenapa saat itu juga aku mencintaimu teramat dalam, saat ini sudah 3 bulan lebih semenjak mimpi pertama dan perasaan ini tidak berkurang sedikitpun. awalnya aku mengira ini hanya sebuah ilusi saja. Namun, kenapa bertahan begitu lama sampai saat ini?

     Aku tidak tahu apakah ini berbalas atau tidak, yang aku ketahui adalah sekarang aku sangat menginginkanmu. Dia termasuk mahasiswa aktifis dikampusku, sering bepergian keluar kota karena kegiatan kampus. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, yang jelas dia lebih tinggi dari aku. Aku tidak tahu banyak tentang dia. Perkuliahanku memiliki sistem blok, dalam 1 semester ada 3 blok dan saat ini aku mengikuti blok ---. Aku jarang berkomunikasi, jarang bertemu pandang dan jarak keakraban kami sangat jauh.

        Terkadang aku berpikir perasaan ini berbalas, aku sering membaca tanda-tanda yang menunjukkan kalau ini benar berbalas. seperti, di mulai mengubah tempat duduknya disebelahku, kami sering bertemu pandang. entah hanya kebetulan atau bagaimana aku tidak tahu. Dan terkadang aku mengira ini tidak berbalas, dikampus dia cukup dikenal baik dikalangan mahasiswa dan dosen. Pastinya banyak atau beberapa mahasiswi yang juga memiliki persaan yang sama denganku, dan aku memiliki kemungkinan terkecil.

     Aku tidak tahu ini harus bagaimana, apakah dibiarkan begitu saja atau aku harus berusaha mendapatkannya. Kalaupun aku harus berusaha mendapatkannya, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Mungkin lebih baik seperti ini, mencintai dalam diam dan memiliki cemburu yang ditahan.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa, yang aku tahu hanya tersenyum melihatmu dari jauh.
Mencitaimu bukan karena terbiasa bersama, namun dari hal yang bukan nyata.
Apapun itu, aku mencintaimu. Entah sampai kapan ini berakhir.