Rabu, 15 Oktober 2014

Karena Mimpi

     Dari awal Neni sudah mengetahui bahwa semua yang di harapkannya itu tidak nyata. Sulit untuk Neni memaksa semua itu menjadi nyata. Pria yang dicintai Neni karena mimpi itu kini telah memiliki pasangan, aku mengerti benar perasaan Neni saat ini. Dia memberitahuku bahwa seorang dari temannya mengatakan bahwa pria itu kini telah menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak Neni kenal. Suasana menjadi pecah, pikiran Neni kini kacau, semua yang dirasanya seperti petir disiang hari.

     Namun, Neni tetap bisa mengurung rasa sedihnya, Neni hanya dapat menerima dengan lapang dada. Dia menyadari bahwa cinta tidak bisa dikatakan cinta apabila hanya satu orang yang merasa, cinta tidak akan timbul begitu saja hanya dengan pengharapan dan anggapan.

    Sekarang Neni menerima bahwa cinta dapat timbul karena adanya terbiasa bersama dan komunikasi, bukan mimpi. Mimpi- mimpi Neni yang dulu hanyalah sebuah ilusi, mengapa perasaannya bertahan begitu lama itu hanya karena Neni sangat memaksakan kedaan mimpinya. Cinta yang dia ciptakan hanya untuk pria didalam mimpi, bukan nyata. Walaupun pria itu sama, namun dia mengerti pria itu tidaklah sama.

     Aku hanya berharap, Neni akan mulai memahami keadaan ini mulai belajar mengerti apa itu cinta. Saat dia lelah mencari pasangan, pasti ada orang yang telah setia menunggu kedatangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar