Cinta kadang terbentuk karena adanya kebiasaan bersama, kadang terisi dengan canda tawa dalam suatu waktu. Ada kenangan yang dapat diingat dalam suatu moment, ada keindahan dalam sebuah pandangan.Namun cintaku kali ini berbeda dari biasanya, cinta ini timbul bukan karena kebiasaan bersama, bukan pula tercipta dari moment indah. Cintaku terbentuk karena sebuah mimpi yang didatangkan Tuhan. Aku hanya mengenal nama dan parasnya saja. Seketika itu pula aku jatuh cinta karena sebuah mimpi. Dia terlalu sering hadir dimimpiku, menciptakan suasana seakan itu semua nyata.
Aku seorang mahasiswi Kedokteran di suatu universitas, sulit untuk jatuh cinta kembali setelah hubunganku dengan seseorang yang cukup lama dijalin kuputuskan begitu saja dengan alasan perkuliahan. Sulit jatuh cinta ini bukan karena aku masih mengingat orang yang telah bersamaku sekitar 1 tahun lebih, bukan. Memang karena perkuliahan yang begitu padat yang membuatku tidak sempat untuk melirik lawan jenis. Ada seorang lelaki entah itu benar tau tidak, sepertinya dia tertarik kepadaku. Namun aku anggap angin lalu saja, karena setahuku dia telah memiliki pasangan yang merupakan teman dekatku sendiri waktu sekolah dasar.
Pada suatu malam, saat tangan ku benar benar terangkat meminta pada Tuhan, kau lah yang hadir dimimpiku. Entah kenapa aku tak tahu kenapa kau yang didatangkan. dan entah kenapa saat itu juga aku mencintaimu teramat dalam, saat ini sudah 3 bulan lebih semenjak mimpi pertama dan perasaan ini tidak berkurang sedikitpun. awalnya aku mengira ini hanya sebuah ilusi saja. Namun, kenapa bertahan begitu lama sampai saat ini?
Aku tidak tahu apakah ini berbalas atau tidak, yang aku ketahui adalah sekarang aku sangat menginginkanmu. Dia termasuk mahasiswa aktifis dikampusku, sering bepergian keluar kota karena kegiatan kampus. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, yang jelas dia lebih tinggi dari aku. Aku tidak tahu banyak tentang dia. Perkuliahanku memiliki sistem blok, dalam 1 semester ada 3 blok dan saat ini aku mengikuti blok ---. Aku jarang berkomunikasi, jarang bertemu pandang dan jarak keakraban kami sangat jauh.
Terkadang aku berpikir perasaan ini berbalas, aku sering membaca tanda-tanda yang menunjukkan kalau ini benar berbalas. seperti, di mulai mengubah tempat duduknya disebelahku, kami sering bertemu pandang. entah hanya kebetulan atau bagaimana aku tidak tahu. Dan terkadang aku mengira ini tidak berbalas, dikampus dia cukup dikenal baik dikalangan mahasiswa dan dosen. Pastinya banyak atau beberapa mahasiswi yang juga memiliki persaan yang sama denganku, dan aku memiliki kemungkinan terkecil.
Aku tidak tahu ini harus bagaimana, apakah dibiarkan begitu saja atau aku harus berusaha mendapatkannya. Kalaupun aku harus berusaha mendapatkannya, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Mungkin lebih baik seperti ini, mencintai dalam diam dan memiliki cemburu yang ditahan.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa, yang aku tahu hanya tersenyum melihatmu dari jauh.
Mencitaimu bukan karena terbiasa bersama, namun dari hal yang bukan nyata.
Apapun itu, aku mencintaimu. Entah sampai kapan ini berakhir.